Latest Post

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Demam Bukanlah Sebuah Penyakit

Written By Kris on Selasa, 10 Juli 2012 | 12.41

Anak-anak memang rentan terkena penyakit. Baru saja sembuh dari diare, batu-pilek bisa saja menyergap. Salah satu kondisi 'sakit' yang paling diderita anak adalah demam. Namun para orangtua perlu mengetahui bahwa demam yang muncul pada si kecil hanya merupakan gejala dari sakit yang sesungguhnya.

Demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan suatu penyakit. Tubuh dikatakan demam jika suhunya lebih dari normal, yaitu 37,5 derajat celcius diukur dengan termometer. Demam merupakan alarm tubuh sedang melakukan perlawanan terhadap suatu gangguan. Pemeriksaan dokter akan memunculkan diagnosa penyakit si kecil.

Pada umumnya tubuh demam karena dua hal :

1. Penyesuaian dengan lingkungan
Dalam keadaan normal, suhu tubuh diatur oleh pusat pengatur suhu badan di hipotalamus. Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan diri. Proses penyesuaian inilah yang menampilkan mekanisme tertentu. Misalnya, jika udara di sekitar dingin, pembuluh darah mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Sebaliknya jika udara di luar panas, pembuluh darah melebar dan kelenjar keringat bekerja untuk melepas kelembaban.

2. Melawan infeksi
Ketika sel-sel darah putih sebagai 'pasukan' yang melawan penyakit bekerja keras melawan musuh, makasaat itu ada zat-zat kimia yang dilepaskan dalam aliran darah dan berkelaan mengirim laporan ke otak. laporan ini kemudian direspon dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya, untuk menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk. Selain itu, diharapkan dapat membantu merangsang pembuatan antibodi.

Yang patut diketahui orangtua adalah penanganan pada anak demam :

- Anda bisa memberinya obat penurun panas dengan dosis yang sesuai petunjuk dokter.
- Kompres si kecil di daerah kepala, ketiak, selangkangan dengan menggunakan air hangat.
- Usahakan agar si kecil mengenakan pakaian yang tipis dan longgar agar tidak kegerahan. Jika suhu tubuhnya meninggi, dekap ia dalam pelukan Anda sehingga panasnya bisa berpindah ke tubuh Anda.

Sumber : Prodimaar

4 Makanan Terbaik untuk Otak

Written By Kris on Selasa, 17 April 2012 | 00.30

Menjadi bagian terpenting bagi tubuh, otak menjadi pusat dari semua aktivitas manusia.
Oleh karena itu, otak memerlukan asupan makanan sehat untuk membuatnya bekerja optimal.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang berguna bagi kesehatan otak, seperti dikutip Boldsky, Selasa (28/2).
  • Vitamin B Kompleks
Kelompok vitamin B kompleks terdiri dari delapan vitamin berbeda. Konsumsilah makanan atau multivitamin yang mengandung vitamin B kompleks, yang membantu meningkatkan fungsi otak.

Vitamin ini membantu tubuh mengkonversi kolin, yaitu asam amino yang ditemukan dalam sumber makanan menjadi asetilkolin, yaitu neurotransmiter kimia yang membantu dalam memori dan proses belajar.

Vitamin B kompleks banyak terdapat dalam kentang, biji-bijian, brokoli, bayam, jamur, pisang, berbagai produk olahan kacang kedelai, telur dan kacang almond.
  • Gandum Utuh
Gandum utuh seperti roti gandum, oatmeal, beras merah, dan millet merupakan makanan sumber energi utama untuk tubuh dan otak. Makanan ini bekerja untuk meningkatkan aliran darah ke otak yang berarti menunjang kualitas dan kuantitas fungsi otak.

Biji-bijian ini juga mengandung banyak vitamin B6, yang penuh dengan tiamin. Tiamin sangat bagus untuk siapa pun yang berusaha untuk meningkatkan daya ingat.
  • Asam Lemak Omega 3
Untuk memiliki memori dan konsentrasi yang tajam, konsumsilah makanan yang kaya akan asam lemak omega 3 yang mampu mengontrol depresi dan stres.

 Pastikan untuk selalu mengonsumsi minyak ikan, minyak zaitun, bawang putih, ikan tuna, kalkun, salmon, telur, nasi, sereal, dan pasta.
  • Karbohidrat
Makanan seperti beras merah, apel, pisang, kismis, biji-bijian, dan kecambah, mengandung karbohidrat. Tubuh mengubah karbohidrat kompleks dalam makanan menjadi glukosa, kemudian tubuh akan menggunakannya sebagai bahan bakar untuk meningkatkan kewaspadaan, fungsi memori dan konsentrasi.

Sumber   :  Ghiboo.com

9 Makanan Terburuk untuk Dikonsumsi

Kami tidak mengatakan, makanan-makanan di bawah ini tidak boleh lagi Anda konsumsi. Tetapi berusahalah menghindari makanan di bawah ini dalam menu Anda, jika Anda ingin mempertahankan nutrisi dan menurunkan berat badan.

1. Pencuci mulut yang digoreng

Pada dasarnya makanan pencuci mulut sudah memiliki kadar lemak dan gula yang tinggi. Jadi bayangkan betapa buruknya jika dihidangkan dengan cara digoreng. Dan jangan terlena dengan pisang goreng atau nanas goreng mentang-mentang buah. Karena dibuat dengan adonan pembungkus dan sirup, mereka adalah pencuci mulut yang buruk.

2. Makanan yang digoreng dan berlapis keju

Pada dasarnya, semua gorengan buruk bagi kesehatan. Jadi jika kentang goreng dilapisi keju, tentu makanan ini masuk dalam daftar paling buruk untuk dikonsumsi. Keju biasanya mengandung lemak 10 kali lebih bayak dari ikan dan daging putih. Apalagi ditambah karbohidrat goreng.

3. Minuman bersoda

Minuman ringan dan soda buruk bagi kesehatan karena mengandung banyak kalori, meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil. Berdasarkan hasil studi, minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kerapuhan tulang alias osteoporosis, sakit gigi, dan serangan jantung. Selain itu, minuman-minuman diet juga tidak direkomendasikan karena berpotensi meningkatkan risiko erosi gigi (karena gelembung-gelembung dalam minuman itu bersifat masam).

4. Alcopop berwarna

Alcopop adalah minuman yang mengandung alkohol dengan kadar 4-7 persen. Alcopop mengandung kalori yang tinggi, karena mengandung gula dan alkohol berkalori. Ditambah lagi, minuman itu penuh pewarna dan perasa, yang membuatnya menjadi minuman yang cukup beracun. Panduan yang cukup praktis adalah, semakin cerah warna alcopop, maka semakin buruklah minuman itu untuk dikonsumsi.

5. Makanan cair

Oke, makanan cair memang tidak selalu buruk, namun makanan cair atau minuman makanan pengganti dapat menjauhkan Anda dari mengonsumsi makanan yang tepat. Makanan pengganti mungkin akan lebih cocok dikonsumsi orang yang sedang sakit, namun jangan biarkan makanan semacam itu menggantikan makanan alami.

6. Daging olahan

Daging olahan punya nama lain “daging misteri”, karena tidak jelas apa yang terkandung di dalamnya. Namun satu hal yang pasti, jika daging olahan itu dikemas dalam kaleng dan jenis dagingnya tidak jelas, maka daging tersebut tidak baik bagi tubuh. Berusahalah untuk menghindari sosis dan salami, karena hasil olahan dengan lemak dan garam.

7. Chicken nugget

Chicken nugget hampir sama dengan sosis, yakni berasal dari daging sisa dicampur dengan tepung. Dan saat nugget-nugget kecil itu digoreng, maka akan meningkatkan levelnya sebagai makanan terburuk untuk dikonsumsi. Sepotong kecil nugget yang digoreng menyerap lebih banyak lemak dari hasil penggorengan itu.

8. Donat

Jika ada satu makanan yang melambangkan makanan junk food abad ke-21, itu adalah donat. Baik dilapisi, diisi, dikilapkan dengan gula dan selai, atau yang polos sekalipun, makanan ini tidak baik bagi tubuh. Bukan hanya sekedar masalah tepung halus dan gula halus, namun makanan ini juga digoreng dalam minyak sulingan. Donat akan mengganggu keseimbangan gula darah Anda, dan dapat mempercepat proses pembakaran, sehingga Anda akan cepat merasa lapar lagi.

9. Sup Kaleng

Sup memang bukan makanan yang buruk dan tidak layak dibandingkan dengan makanan-makanan di atas. Namun jika sudah berbicara mengenai garam dan makanan kemasan, maka tentu saja sup kaleng masuk daftar. Akan jauh lebih baik bila Anda memasak sup sendiri. Bukan kalengan.

Sumber   :    realbuzz.com

10 kebiasaan yang dapat merusak otak

Written By Kris on Sabtu, 24 Maret 2012 | 21.38

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Sumber: Milist Info Nutrisi

7 Langkah Mudah Redakan Stres

Written By Kris on Rabu, 14 Maret 2012 | 03.51

Sibuk dengan perkerjaan kantor, mengurus anak atau pekerjaan rumah adalah hal-hal yang membuat seseorang rentan mengalami stres. Semakin sering Anda berada pada situasi yang tidak nyaman, bukan tidak mungkin hal ini akan memengaruhi kondisi kesehatan Anda.

\"Ketika Anda berulang kali mengalami stres, sistem saraf Anda tetap tegang. Bahkan tingkat stres yang kecil dapat membuat Anda merasa kewalahan,\" kata Dr. Henry Emmons, yang juga penulis The Chemistry of Calm.
Emmons memaparkan, ada 7 (tujuh) tahap untuk membuat seseorang lebih tenang saat harus berhadapan dengan stres, seperti dijelaskan di bawah ini :

1. Kenali tanda-tandanya

Cara terbaik untuk mengelola stres adalah dengan mengenali sedini mungkin gejalanya. Tetapi hal ini sulit untuk dideteksi, karena sinyal yang diperlihatkan tubuh sangat halus. \"Orang sering tidak menyadari bahwa stres mempengaruhi kualitas tidur. Anda mungkin bisa tidur selama delapan jam, tapi sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga Anda terus merasa lelah,\" kata Dr Emmons.

Untuk mendeteksinya, luangkan waktu selama beberapa menit setiap hari untuk memikirkan perubahan kebiasaan atau kesehatan apa saja yang telah terjadi pada diri Anda yang mungkin dipicu akibat kecemasan.

2. Alihkan pikiran

Ketika seseorang merasa tegang atau tertekan, pikiran mereka mungkin akan terus didesak memutar ulang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.  Emmons menyarankan untuk mengubah fokus perhatian ke tubuh sebagai gantinya. Bagaimana caranya? Carilah tempat yang tenang untuk duduk dan buat pikiran rileks. Kemudian, tarik napas dalam-dalam melalui diafragma, dan menghembuskannya secara perlahan melalui mulut.
Cara ini cukup efektif membantu menenangkan sistem saraf Anda. \"Anda bahkan dapat berlatih pernapasan ketika tidak sedang stres, sehingga Anda tahu persis apakah teknik pernafasan dapat menenangkan pikiran Anda,\" kata Emmons.

3. Aktivitas fisik

Stres menjadi alasan yang cukup sering digunakan banyak orang untuk tidak berolahraga. Padahal dengan melakukan aktivitas fisik, kadar hormon stres dalam tubuh bisa diseimbangkan, kata  Emmons. Lakukan aktivitas olahraga yang Anda Anda sukai, seperti misalnya bersepeda, berenang atau jogging.

4. Ngemil sehat

Ketika stres muncul, manusia umumnya cenderung ingin mengonsumsi makanan ringan atau ngemil. Kudapan manis dapat memicu lonjakan glukosa darah, sehingga membuat Anda merasa lebih gelisah. Untuk camilan yang lebih sehat, Anda bisa menggantinya dengan mencampur stroberi segar ke dalam saus coklat gelap. Kenapa? Karena, stroberi tinggi kandungan vitamin C yang dapat menurunkan stres akibat radikal bebas. Sementara coklat gelap membantu mengurangi hormon stres (seperti kortisol) dalam tubuh. Pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi wortel atau batang seledri.

5. Telepon teman

Menghabiskan waktu dengan teman-teman membantu tubuh kita memompa keluar hormon oksitosin, sehingga tubuh merasa lebih baik. Luangkan waktu berkumpul secara teratur bersama teman atau sahabat, akan membuat perasaan Anda menjadi lebih baik.

6. Pergi jalan-jalan

Hanya dengan menghirup udara segar dapat meningkatkan pandangan Anda, membantu Anda menangani situasi sulit dengan lebih tenang. Pergi ke sebuah taman dekat rumah dan menghirup wangi bunga cukup untuk membuat pikiran kembali tenang. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma tertentu (seperti lavender) dapat membantu mengatur ulang sistem kekebalan tubuh ke tingkat yang normal.

7. Persiapkan diri untuk tidur

Kurang tidur hanya membuat Anda merasa lebih cemas. Untuk mengatasi hal ini, ambil sebuah buku dan pena, lalu tuliskan setiap pikiran negatif yang muncul di kepala Anda, kata Sue Patton Thoele, salah seorang psikoterapis dan penulis buku ternama. Cara ini menurut Patton memang berlawanan dengan intuisi, tapi dengan mencatat sejumlah keluh kesah Anda di atas kertas, cukup dapat membantu mengurangi beban pikiran.

Sumber:  dechacare.com

Bayi Jangan Sering Terbangun Saat Tidur Agar Otaknya Optimal

Bayi diketahui memiliki waktu tidur yang panjang dan lama. Orangtua sebaiknya menjaga agar bayi tidak sering terbangun saat tidur terutama malam hari untuk membantu mengoptimalkan perkembangan otaknya.

"Ketika tidur maka bayi akan mengingat kembali stimulasi yang sudah didapatnya, untuk itu sebaiknya orangtua melindungi waktu tidur bayi," ujar dr Rosalina Dewi Roeslani, SpA(K) dalam acara Mamypoko mendampingi ibu mendapatkan pemahaman yang tepat seputar mitos perawatan bayi baru lahir di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Dr Rosalina menuturkan saat tidur bayi akan mengalami fase REM (Rapid Eye Movement) dan juga fase Non-REM (Rapid Eye Movement). Ketika bayi memasuki fase REM maka ia akan mengingat bagaimana cara berjalan, bergerak. Sedangkan saat fase Non-REM ia akan mengingat suara ibu, suara ayah, suara televisi atau suara pintu.

"Stimulasi yang didapatkan si anak ini akan mempengaruhi perkembangannya dan bayi yang terganggu tidurnya bisa mengalami masalah terutama mental seperti gangguan tingkah laku," ujar dr Rosalina.

Hal ini juga didukung oleh studi yang menggunakan bayi di dalam inkubator yang mana ia tidur sendiri, tidak ada ibu, dan pintu inkubator seringkali dibuka untuk mengambil darah bayi atau membetulkan posisi oksigen.

Dalam studi ini diketahui bayi yang tidurnya terganggu atau sering terbangun akan mengalami masalah tumbuh kembang salah satunya adalah mengganggu kepercayaan si bayi terhadap orang dewasa.

"Untuk itu sebaiknya bayi jangan sering terbangun ketika sedang tidur terutama di malam hari," ujar dr Rosalina dari Divisi Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Seorang bayi yang baru lahir hingga ia berusia 2 bulan membutuhkan waktu tidur sampai 18 jam sehari, bayi berusia 3-11 bulan membutuhkan waktu tidur 9-12 jam dan ditambah dengan tidur siang.

Sumber : detikHealth

Kurangi Makan Steak Jika Ingin Berumur Panjang

Kebiasaan makan daging merah sering dikaitkan dengan risiko kanker dan berbagai jenis penyakit jantung. Bukan itu saja, makan daging merah secara berlebihan juga terbukti meningkatkan risiko kematian akibat penyakit-penyakit tersebut.

Penelitian terbaru di Harvard University menunjukkan konsumsi daging merah setiap hari bisa meningkatkan risiko mati muda sebesar 12 persen. Jika dirinci, peningkatan risiko kematian akibat sakit jantung adalah 18 persen dan karena kanker 10 persen.

Peningkatan risiko sebesar itu terjadi apabila seseorang mengonsumsi daging merah secara berlebihan, yakni di atas 85 gram setiap hari. Jika dikurangi 42 gram saja, maka 1 dari 10 kematian pada laki-laki dan 1 dari 13 kematian pada perempuan bisa dicegah.

Dalam laporannya, para peneliti mengatakan daging merah sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari 70 gram setiap hari. Akan lebih baik lagi, jika daging merah hanya dikonsumsi pada kesempatan tertentu saja dan bukan menjadi bagian dari diet sehari-hari.

Daging merah dianggap tidak baik untuk dikonsumsi berlebihan karena banyak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah. Saat dimasak, biasanya banyak garam yang ditambahkan sehingga peningkatan risikonya bisa semakin besar.

"Dibanding daging merah, komponen diet lain seperti ikan, daging unggas, kacang-kacangan serta gandum memiliki risiko yang lebih rendah," kata Dr An Pan, ilmuwan yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (13/3/2012).

Selain baik untuk kesehatan, mengurangi konsumsi daging merah juga dinilai lebih ramah lingkungan. Menurut beberapa penelitian, setengah dari emisi gas rumah kaca yang mencemari udara berasal dari proses pengolahan daging merah mulai dari peternakan hingga sampai di restoran.

Sumber : detik.health