Home » » Merawat Rantai, Jangan Tunggu Sampai Putus!

Merawat Rantai, Jangan Tunggu Sampai Putus!

Written By Kris on Selasa, 10 Juli 2012 | 09.04

Rantai roda termasuk salah satu komponen sepeda motor yang seringkali terlupakan untuk mendapatkan perawatan. Padahal, efek pemakaian yang dialami rantai adalah merenggang atau berkarat. Nah, jika kondisi seperti ini sering terjadi, maka usia rantai tak akan tahan lama.

Perawatan rantai sebaiknya jangan menunggu hingga piranti penghubung antara roda belakang dengan mesin tersebut berbunyi, apalagi hingga rantai putus. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar rantai terawat dan terhindar dari kerusakan, adalah sebagai berikut :
  • Pelumasan Rantai

Walau ada beberapa motor yang memiliki pelumasan sendiri, pengecekan tetap harus dilakukan untuk mencegah sproket (gear) cepat lancip. Beberapa jenis motor jika pelumasannya kurang cenderung mengeluarkan suara berisik saat jalan.

Sebelum memberikan pelumas, bersihkan debu ataupun pasir halus terlebih dahulu dengan menggunakan cairan khusus pembersih. Kemudian lakukan pelumasan dengan menggunakan oli mesin ataupun cairan khusus yang didapat di toko aksesoris motor.

Parkir sepeda motor dengan standar tengah, kemudian semprotkan oli pada rantai atau gir sembari ban diputar.

  • Kekencangan Rantai

Rantai yang terpasang terlalu tegang bisa mengakibatkan putus dan jika posisinya miring bisa mengikis mata gir. Sebaliknya, rantai kendur akan mudah lepas dari sproket. Celakanya, ketika terlepas, rantai lantas terjepit di lengan ayun. Akibatnya, putaran roda pun terhenti, motor pun tergelincir.

Atur jarak kelenturan ideal rantai, yakni sekitar 1 cm. Cara mengeceknya, cari posisi paling tegang pada bagian atas rantai, lalu mainkan bagian bawah dengan mengangkatnya beberapa kali.

Untuk mengatur kekencangannya, kendurkan baut poros belakang dan atur posisi kelenturan melalui tanda yang ada di kedua sisi. Pastikan jaraknya sama, setelah itu kencangkan lagi baut poros yang tadi.

  • Rem dan Gas

Hilangkan kebiasaan mengerem atau menambah kecepatan secara mendadak. Mengerem secara mendadak bisa membuat rantai cepat kendor. Menambah kecepatan dengan tiba-tiba membuat rantai cepat tegang dan lama-kelamaan putus.

Perhatikan masa pakai dengan cara mengecek tanda di poros belakang yang digunakan untuk mengatur posisi ketegangan. Jika sudah mentok tandanya sudah harus diganti. Jika sudah terlihat tanda-tanda bahwa komponen harus diganti, maka jangan tunda terlalu lama untuk menggantinya.

Sumber
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar